Langsung ke konten utama

Ketika Gengsi dan Pendidikan Bergumul



Ketika gengsi dan pendidikan bergumul
Hai Sobat..
Assalamualaikum..
Shobahul Khair? Gimana sama UKKnya? Memuaskan?
Gimana sama nilai hasil UNnya? Mencukupi masuk PT harapan?
Apa diantara sobat sudah ada yang diterima melalui jalur undangan? Subhanallah kalau ada. Perjuangan selama 3 tahun terbayar lunas impas tak tersisa bahkan mungkin diberi kelebihan oleh Allah. Selamat ya. Semoga pintu kesuksesan semakin terbuka lebar. Aamin.
Nah, tapi apa ada yang belum keterima di PT? Ah tak apa. Masih ada jalur lain bukan? Seperti tes bersama dan mandiri? Semua itu bisa ditempuh kok. Satu catatan untuk yang belum diterima, kalian bukan berarti tidak pantas untuk masuk PT lewat jalur undangan, tapi Allah masih menyiapkan sebuah kejutan indah melalui berbagai ujian salah satunya tes tulis maupun mandiri.
Sobat, pastinya kalian sudah punya pilihan PT dan jurusan masing-masing kan? Wah kalau sudah tetap berada di jurusan pilihan ya. Tetap difokuskan.
Tapi, untuk perihal PT apakah ada sedikit hambatan? Seperti ketidaksetujuan orang tua jikalau sobatmemilih untuk di PTS? Atau mungkin tidak setuju karena PT yang dipilih sobat kurang bergengsi di mata orang tua?
Saya yakin beberapa diantara sobat pasti ada yang mengalami seperti itu. Entah jurusan yang akan kita pilih bertentangan dengan pilihan orang tua. Ataupun PT yang kita pilih mengalami hal yang sama seperti jurusan yang kita pilih yaitu bertentangan dengan pilihan orang tua.
Memang sih, gak semua orang tua itu memaksa anaknya harus sekolah di PT yang bergengsi di kalangan orang tua. Kayaknya disini gak perlu sebut merek PT yang bergengsi deh. Sobat pasti sudah tau dan kalaupun belum tau bisa menebak sendiri bukan? Tapi tetap aja ada beberapa orang tua yang tipenya seperti itu. Iya nggak?
Sebenernya, kalo permasalahan kaya gini emang rumit dan pelik sobat. Orang tua penginnya kita lanjutin study disini, kita penginnya dan mampunya disana. Gimana ngga pelik coba. Yang ada nanti malah bisa perang dunia ke 3. Astaghfirullah. Jangan sampai terjadi ya sobat. Durhaka loh.
Tapi ingat sobat, jika orang tua kalian ingin kalian masuk PT bergengsi itu tandanya mereka ingin kalian mendapat yang terbaik sobat. Cuma, sekarang pertanyaan yang muncul adalah, ‘bukannya semua PT itu sama ya? Baik swasta maupun negeri?’.
Sebenernya kalo dari segi pendidikan sama aja kok sobat. Nantinya kalo udah lulus juga sama-sama dapet gelar sarjana dan dapet ijazah kan?. Terus bisa kerja juga kan?,
Nah terus apa bedanya? Kok orang tua lebih milih nyekolahin kita ke PTN daripada PTS?.
Oke kita kupas sekarang. Sebenernya PTN dan PTS itu sama aja. Yang membedakan hanyalah statusnya yaitu milik swasta dan milik pemerintah. Lalu untuk PTN (ini sih kata orang ya. Soalnya aku sendiri kan belum kuliah) mereka menetapkan UKT atau Uang Kuliah Tunggal. Pembayarannya juga berdasar golongan pekerjaan orang tua. Nah, kebanyakan orang tua berpikiran bahwa kuliah di PTS itu mahal. BTW, kalo urusan mahal sama engga aku ngga tau loh ya. Tapi setau aku, kalo kita masuk PTS itu masuknya berdasar gelombang sobat, jadi jika gelombang kalian semakin akhir ya mungkin saja biaya pendaftaran kalian juga lebih mahal. But, slow sobat, tenang dong tenang. Jangan dipikir yangpunya beasiswa cuma PTN aja, PTS juga punya loh dan denger-denger beasiswanya juga gede loh. Jadi ga perlu khawatir.
Nah sekarang kita kupas masalah yang sesuai judul yaitu gengsi. Siapa yang gak kenal gengsi coba. Sifat satu kata ini emang gak dimiliki semua orang, tapi tetep aja ada orang yangpunya sifat ini. Ya ngga? Ya ngga?. Btw, terutama anak muda.
Biasanya gengsi menyangkut gaya hidup sobat. Tapi ternyata gengsi gak cuma menyangkut gaya hidup aja loh. Buktinya ada beberapa orang tua bahkan anak itu sendiri yang gengsi menyekolahkan anaknya dan sekolah di sekolah yang bisa dibilang kurang hitz di kotanya.
Dan mungkin bisa dibilang hal ini dibawa sampai sang anak akan kuliah. Biasanya orang tua berpikir bahwa hanya PT-PT terkenal saja yang bisa melahirkan generasi bangsa yang luar biasa. Tapi nyatanya saat ini pandangan itu harus diluruskan, karena PT yang biasa saja bisa mencetak generasi yang luar biasa. Jadi status mahasiswa salah satu PT terkenal udah ngga menjamin loh ya. Jadi buat kalian yang akan meneruskan dan sekolah di PT yang biasa-biasa saja jangan berkecil hati.
Nah sekarang coba, apa ada yang bimbang nentuin jurusan karena kakak tingkatnya gak ada yang diterima dijurusan itu? Kalo untuk tes undangan itu cukup berpengaruh sobat. Namun jika untuk tes tulis, nampaknya hal seperti itu gak begitu mempengaruhi deh sobat, soalnya kan untuk lulus tes tulis bergantung pada hasil tes tulis tersebut. Tapi buat kalian yang masih bimbang, aku ingat salah satu kalimat yang diucap papahku ketika aku patah semangat setelah mengetahui bahwa kakak tingkatku ga ada yang bisa masuk fakultas yang aku inginkan. ‘karena kamu bukan pengekor, kamu akan menjadi pionir bagi adik tingkatmu. Serahkan semua kepada Allah setelah kemu ber ikhtiar’. Jadi semangati diri kalian bahwa kalian akan menjadi seseorang yang akan membukakan pintu kesuksesan untuk adik tingkat kalian. Kalian akan dikenang.
Tapi, jika kalian mempunyai universitas pilihan, tapi tidak direstui oleh orang tua gimana menghadapinya?.
Beberapa temanku pernah bercerita ingin masuk universitas yang biasa saja karena peluang masuknya lebih besar, namun orang tua mereka tetap saja memaksa untuk masuk universitas  favorit. Kira-kira gimana ya cara menghadapinya? Padahal otak kita mungkin kurang bisa untuk masuk universitas tersebut. Disini akan sedikit bagi cara menghadapi persoalan pelik seperti itu:
1.      Bicaralah dari hati ke hati dengan orang tua
Untuk tata cara masuk PTN lewat SNMP dan SBM kini sudah memiliki aturan masing-masing dan yang jelas berbeda dengan aturan saat orang tua kita kuliah. Kuota yang diberikan pun sangatlah terbatas, namun sayang yang ingin masuk buanyaknya luar biasa. Apalagi PTN terkenal.
Jadi berilah penjelasan kepada orang tua sekali lagi, bahwa sekolah dimana saja itu sama. Akhirnya pun akan mendapat ijazah. Yang membedakan hanyalah kesungguhan pribadi anak ketika sekolah.
2.      Cari informasi tentang beberapa PT yang ingin kita coba daftar
Sekarang gini deh, kalau kalian mau dekat atau bahkan bisa menjadi bagian dari hidup seseorang, bukankah kalian harus mencari beberapa informasi tentang orang itu terlebih dahulu bukan? Seperti itu pula jika kita mau menjadi bagian salah satu PT.
3.      Berusahalah lebih keras untuk masuk universitas yang orang tua pilih
Jika kita sudah bicara dari hati ke hati, namun tetap saja memaksa maka cobalah untuk mewujudkan keinginan orang tua. Toh keinginan orangtua biasanya gak ada yang buruk. Maka berjuanglah dan berusahalah selagi ada yang diperjuangkan dan ada orang sekeliling yang mendoakan.

Sekali lagi ingat ya sobat, bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh dimana Ia belajar, tapi bagaimana cara Ia belajar dan bagaimana garis takdir sukses yang telah dituliskan.

Nah untuk sobat, semoga bisa lebih membantu ya, menghilangkan kegalauan yang ada di hati. Semoga diterima di Universitas serta di jurusan yang diinginkan.
Salam…

Komentar

Posting Komentar