Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Cinta

Cinta Cinta Aku pikir kau akan membuat bahagia Tapi mengapa kau buat luka, Dalam dada Cinta Sebaiknya tak ada dirinya Dalam hidupku yang tak seberapa Cinta, Mengapa kau datang dan pergi Tanpa mengerti Rasa hati yang tersakiti Cinta, Aku ingin tak ada dia Kini membuatku dilema Jatuh sengsara Tak berdaya Dalam carut marut asmara Purbalingga, 25 September 2014 Salam Hilang, Nismasari Ulfi Mulyanti

Jika Engkau Masih Disini

Jika Engkau Masih Disini Jika engkau masih disini Apa mungkin kau masih menyayangiku lagi Jika engkau masih disini Apa kau mau memaafkan diriku ini Jika engkau masih disini Lebih baik diriku yang pergi Menggantikan dirimu agar tetap disini Ku tak ingin engkau pergi Meninggalkan kami Yang sangat lemah ini Andai burung merpati dapat menyampaikan Seonggok surat untuk-Nya Agar Dia tahu Aku disini masih menyayangimu Aku disini masih mencintaimu Tak mampu diriku Tanpa kasih lembutmu   Jika engkau masih disini Ayah….. Purbalingga, 21 September 2013 Salam Hilang, Nismasari Ulfi Mulyanti

Pungguk

Hati ini telah terlanjur sakit Kembalilah padanya bila itu lebih baik Aku hanya pungguk Yang hanya bisa merutuk Tentang apa yang terjadi pada diriku yang terkutuk Pergilah wahai rembulan Kehidupan masa depan Telah menyapamu dengan gemilang Bersama sang bintang Yang memiliki derajat sepantaran

Hey Kamu!

Hey Kamu! Hey kamu! Iya kamu! Tolong lihat aku Aku yang pilu Karena cintamu Hey kamu! Iya kamu! Jangan memberi harapan palsu Karena aku bodoh dan tak tahu Tentang cinta itu Purbalingga, 24 Oktober 2013 Salam Hilanng, Nismasari Ulfi Mulyanti

Karena Gengsi Semua Mati

Karena Gengsi Semua Mati Keypad ponsel masih ku tekan secepat mungkin, berusaha beradu dengan waktu. Ingin rasanya segera ku balas pesan singkat darimu. Ya dari kamu. Kamu yang sudah membuat hari-hariku menjadi lebih berwarna tak seperti biasanya. Ya kamu, seorang cewe bernama Rinta Ayodya Putri. Cewe yang bisa merubahku secara perlahan. Cewe yang bisa mengisi ruang kekosongan di dalam hatiku. Terdengar dering pendek dari ponsel ku yang bisa dibilang sudah masuk seri jadul bagi anak muda saat ini yang sudah beralih ke arah smartphone. “Loh kok ngga dibalas? Kamu marah ya? Maaf deh.”, Itu isi pesan singkat yang baru masuk ke kotak pesan ponsel jadulku. Aku mencoba memutar otak, berusaha mencari apa yang sedang terjadi saat ini. Ku lihat pesan dari operator. Dan hasilnya nihil. Pesan yang baru saja ku ketik barusan belum terkirim. Aku hanya mencoba bersabar menghadapi takdir sinyal yang bisa dikatakan setengah hidup jika berada di daerahku ini. Ku coba lagi kirim pesan singk...